Back to blog

JLPT: Haruskah Belajar Kanji atau Kosakata Terlebih Dahulu?

Kanji dan kosakata diuji bersama tetapi dipelajari dengan cara yang berbeda. Inilah mengapa mendahulukan kosakata biasanya lebih efektif, dan bagaimana membuat kanji menjadi hasil sampingan dari kata-kata.

6 min read

Perdebatan JLPT yang terus berulang: apakah kamu menghafal kanji sebagai karakter tersendiri, atau belajar kosakata dan mempelajari kanji di sepanjang jalan? Bagi sebagian besar pelajar, jawabannya sudah jelas.

Mengapa mendahulukan kosakata biasanya lebih efektif

  • Ujian menilai kata-kata, bukan karakter yang berdiri sendiri — kamu tidak akan pernah melihat kanji di JLPT tanpa kata di sekitarnya.
  • Mempelajari 水泳 mengajarkanmu 水, 泳, satu cara baca, dan satu kata yang bisa digunakan — empat keuntungan dari satu kartu.
  • Kosakata memberikan konteks pada kanji, dan itulah yang membuat cara baca mudah diingat.

Kapan mendahulukan kanji lebih membantu

Ada satu alasan kuat untuk memprioritaskan sejumlah kanji murni di awal: membangun dasar radikal dan 100–200 karakter paling umum sejak dini akan membuat setiap kata kosakata berikutnya lebih mudah diserap. Jadi, sprint kanji singkat terlebih dahulu, kemudian studi berbasis kosakata, adalah pendekatan yang ideal.

Pendekatan hibrida

  1. Habiskan beberapa minggu pertama untuk mempelajari radikal dan sekitar 100 kanji teratas.
  2. Beralih ke studi berbasis kosakata: pelajari kata-kata, dan temui kanji di dalamnya.
  3. Gunakan SRS yang menguji kata-kata lengkap beserta cara bacanya.
  4. Bacalah terus-menerus agar kanji dan kosakata muncul berulang dalam konteks.
Jangan memilih kanji ATAU kosakata. Pelajari kanji MELALUI kosakata, dengan sedikit keunggulan awal dari radikal.

Learn kanji the reading-first way

Kanji 360 wraps every character with mnemonics, audio readings, stroke-order animation, and SRS scheduling — free to start on iPhone, iPad, and Android.

Related articles